Dapet dari milis, jawaban atas pertanyaan munir. cara dapet PID sebuah aplikasi berjalan :
pidof <nama program>
nama program disini adalah nama file binarynya, misal apache2, oklin(binary client outkafe) dsb
Dapet dari milis, jawaban atas pertanyaan munir. cara dapet PID sebuah aplikasi berjalan :
pidof <nama program>
nama program disini adalah nama file binarynya, misal apache2, oklin(binary client outkafe) dsb
Pernah nemu file dengan tidle di belakangnya blog~ misalnya, ya itu file backup dari editor kita. bagaimana jika file backup itu ada di direktori salah satu situs yang kita miliki? atau file-file dengan ekstensi .inc dari aplikasi yang kita pake. berikut ini akan dijelaskan cara membatasi end-user dari mengakses file-file tersebut (alasan keamanan)
buka konfigurasi lighttpd:
# vi /etc/lighttpd/lighttpd.conf
gabungkan atau tambahkan mod_access jika belum ada :
server.modules += ( "mod_access" )
Tambahkan aturan yang melarang akses ke file tertentu (~ and .inc):
url.access-deny = ( "~", ".inc" )
Save and close the file. Restart lighttpd:
# /etc/init.d/lighttpd restart
Sekarang jika user mencoba mengakses file .inc atau file lain dengan tidle dia akan mendapatkan pesan error 404.
“UPKFE Sudah bergerak kapan giliran anda”, mungkin itu kalimat yang diucapkan misbah (dan mas dwi – maaf kalau ada yang ikut ngoprek yang terlewat setauku cuma misbah dan mas dwi soalnya) kalau mereka masuk dalam iklan layanan terbaru UPKFE. ya, sekarang ini lab 1 dalam masa percobaan untuk migrasi ke Linux. setidaknya dalam layanan internet. entah apa pertimbangannya dan alasannya pokoknya pas gw kembali munir dan mas dwi sedang sibuk ngoprek billing OutKafe. Billing ini dibuat pake freepascal (kata mas dwi), backend database nya pake postgreSQL. Berdasarkan analisis teknis mereka berdua ini adalah billing terbaik daripada gak ada sama sekali. serius, ini bukan billing yang best of the best. mereka udah nyoba banyak billing dan pilihan terakhir jatuh ke OutKafe. AFAIK karena :
itu yang gw tahu, mungkin nanti munir dan/atau mas dwi bisa posting alasan detailnya. untuk fitur silakan lihat ke situsnya outkafe aja. gw mau nulis komplain terhadap billing ini :
Pertama, Kenapa kok mbuatnya pake freepascal? kenapa gak pake C++ atau python misalnya (padahal yo gak ngefek toh aku gak iso koding di C++ maupun python, freepascal juga, he he he, cuma pengen protes aja
Kedua, Fasilitas search masih aneh, misal ngesearch username yang login “C2A003078″ nanti yang keluar bukan satu user tapi beberapa user dengan tiga huruf pertama C2A.
Ketiga, ketika kita “nge-kick” klien yang ke kick malah user lain (entah ini case-by-case atau memang begitu kurang tau juga. tapi kemarin sempat gitu pas gw jaga
keempat, Tampilan disisi klien masih katrok dan kurang user-friendly, atau memang mahasiswanya yang payah ya? mosok masukin password aja gak bisa. yang sangat mengganggu itu kalau salah masukin password, pesannya nutupi kolom username. jadi yang mau login kan bingung. kemarin diajari munir pake “shift+S”. lha tapi mosok ngajari semua orang shift+S. kelihatannya posisi box loginnya bisa diedit di template nya. kemarin udah sempat nyoba, cuma belum dicek. ada yang tau cara ngedit template outkafe secara keseluruhan? warna box dsb. kalau ditemplate yang di /usr/share/outkafe/theme itu cuma posisi box.
Kelima, gak ada fasilitas sorting di sisi server
Keenam, gak ada fasilitas message dari server ke klien (dan sebaliknya tentunya)
Ketujuh, gak ada fasilitas shutdown klien, baik satu-satu maupun keseluruhan. kemarin nyoba buat skrip sama misbah tapi belum bisa menerapkan password-less SSH. capek deh mosok ngetik password satu-satu
Mungkin itu dulu, yang mau nambahi silakan nambahi
Dari sisi linux nya sendiri gw pribadi baru nyadar ternyata belum siap memberikan dukungan untuk linux di sisi desktop. kemarin aja udah ada yang ngacak-ngacak konfigurasi komputer yang seharusnya dipake untuk ngopi update-an antivirus, jadi Desktop Managernya aneh gitu gak bisa dipake login, untuk pelakunya, terima kasih sudah menunjukkan bahwa gw masih perlu banyak belajar.O, iya mumpung inget PCLINUXOS nya dalam keadaan standby kelihatannya aneh. kayak ngehang gitu, atau display manager nya ya yang ngehang?
Dari sisi asisten, bahaya kalau tradisi ini bertahan. kalau memang sudah ada kesepakatan untuk migrasi seharusnya semuanya terlibat dong, setidaknya tunjukkan bahwa ada semangat dan care dengan urusan migrasi, so far AFAIK yang ngoprek cuma misbah (dengan bimbingan dari mas dwi). lha yang lain pada kemana ya?
Bagaimana rencana selanjutnya? apa cuma mau ganti billing? adakah rencana mengenalkan R, scilab, grass, gnuplot, octave dan aplikasi lainnya ke dosen dan mahasiswa? mosok statistiknya balik maning nang SPSS, gak seru dan gak lucu kan?
o, iya pilihan distro linux untuk client akhirnya jatuh ke PCLINUXOS 2007, bukannya kenapa-kenapa. kemarin pas mau diinstalli ubuntu gak mau katanya munir(maaf sering katanya karena memang sudah harus ganti orang), pas nyoba PCLINUXOS 2007 mau dan alhamdulillah UPKFE punya repo PCLINUXOS lengkap (at least untuk i386). Server billingnya pake CentOS 5. kakashi 2 hari ini masih booting windows, tapi ada PCLINUXOS nya. Sekian
Video, interview, screencast tentang netbeans bisa dilihat di netbeans.tv