Home > ekonometrika, kuliah, skripsi > Tentang ARIMA

Tentang ARIMA

“Preeet…… posting opo to kowe ki???”, yayaya saya tau anda pasti akan komen seperti itu, tapi gak papa, sembari menunggu mood nulis skripsi mengingat apa yang sudah dipelajari tentang ARIMA dan hasil tanya ke bos saya di lab(ya, bos saya dilab adalah pakar ekonometrika, just my luck). ndak papa kalau ndak mau baca, tapi gak usah ribut, ini sekedar untuk catatan pengingat gw sendiri.

ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) terdiri atas dua metode yang digabung menjadi satu yaitu AR(Autoregressive) dan MA(Moving Average). kalau anda ketemu dengan ARIMA biasanya dibelakangnya terdapat keterangan mengenai model yang digunakan misal ARIMA(2,1,2) atau ARIMA(1,0,1) dan sebagainya. Angka pertama menunjukkan derajat (wah bingung mau pake istilah apa, dibukunya studenmund ditulis term, di Thesis anak MAKSI UNDIP dia pake kata orde koefisien) AR angka kedua derajat integrasi, angka ketiga derajat MA. biasanya modelnya ditulis ARIMA (p,d,q) ya p,d,q berturut-turut seperti keterangan sebelumnya.

Ketika kita punya data time series pertama kali dicek stasionaritasnya, kalau datanya non-stasioner bisa didiferensiasi sampe stasioner, jadi bukan cuma didiferensiasi satu kali atau dua kali. “lha kalau sudah stasioner gimana?”, nek udah stasioner ya udah to tinggal diolah, gitu aja kok repot. he he he. terus ngecek stasionernya gimana? anda bisa pake Box-Ljung test atau Dickey-Fuller test(sekarang saya belum belajar ini, nanti kalau udah mudheng saya tulis disini, insya ALLAH). Lha misalnya kita melakukan diferensiasi dua kali angka “2″ mengganti huruf “d” pada model ARIMA kita. misalnya : ARIMA (p,2,q), ARIMA (p,1,q) dsb. “p sama q nya gimana???”, sek to sabar, ini kan baru nyari orde koefisien integrasi. kalau anda pakar matematika atau kalau pelajaran matematika gak tidur atau baca buku cerita kayak saya, pasti tau cara melakukan diferensiasi. yang lupa atau pura-pura lupa padahal gak tau ya gak papa. diferensiasi(diferensiasi ini sama dengan turunan kan?) itu selisih nilai pada saat t dengan nilai sebelumnya (t-1). lha diferensiasi kedua gimana ya sama tapi selisih nilai saat t*(t setelah diferensiasi pertama) dengan t-1* (t-1 setelah diferensiasi pertama). sederhananya gini :

Yt*=Y(t)-Y(t-1)

Maaf saya kasih tanda dalam kurung biar jelas bahwa itu adalah t dan t-1

untuk diferensiasi kedua :

Yt** = Y(t)*- Y(t-1)*

Untuk menentukan nilai p dan q kita pake ACF(Autocorrelation Function) dan PACF (Partial AutoCorrelation Function). dari sini nanti kita bisa nggambar correlogram dan dari situ akan kelihatan pada tingkat kepercayaan 95% misalnya sampe data keberapa yang signifikan. Cara ngitung ACF dan PACF nya besok ya belum paham soalnya. nilai ACF akan dipake untuk ngisi bagian q, sementara nilai PACF akan dipake untuk ngisi p. bisa saja data kita signifikan di beberapa titik jadi model yang kita dapat bisa beragam dan dari beberapa model tersebut kita harus cari yang paling bagus untuk dipake melakukan prediksi.

kalau hasilnya nanti misalnya ARIMA (1,0,0) artinya dia cuma AutoRegressive(AR), AR(1). kalau ARIMA (0,0,1) artinya dia cuma Moving Average(MA),MA(1). kalau misalnya ARIMA (1,0,1) berarti dia ARMA(1,1). Ok sekian dulu. saatnya baca-baca dan tulis-tulis yang lain. selamat berakhirpekan.

Categories: ekonometrika, kuliah, skripsi
  1. ciprut
    December 4, 2007 at 2:25 pm | #1

    bro gw lg mo ambil skripsi dgn metode ARIMA nih bro…
    tulisan lo diatas sedikit banyak udah buat mata gw melek ngerti dikit ttg ARIMA, tp… masi dikit bro.
    jd gw tunggu tulisan lo selanjutnya.
    gw tunggu bro..thx before

  2. Deki
    February 24, 2008 at 11:12 pm | #2

    bro gw jg ngambil topik ttg arima nih..
    gw udah dapat model yang fit.—> ARIMA (1,1,1)
    tp gw bingung.. soalnya di buku ada contohnya utk ngitung pake AR tp utk MA gak ada..
    ktnya kl model MA itu yg diitung errornya..
    ngeliat nilai errornya dmn?!?!?
    lo ngerti gak bro??.
    padahal gw tinggal masukin tuh angka (Ut) doank buat ngeramal.. tp gw gak ngerti angkanya drmn..
    kl yg Yt-x gw dah ngerti..(krn ada contohnya)
    nih pers gw :
    Yt = 2,626 + 0,23Yt-1 – 0,77Yt-2 – 0,824Ut-1 – 0,824Ut-2
    gw tg balesan lo bro.. thx b4

  3. Suro
    May 17, 2008 at 9:17 pm | #3

    pak boleh tahu, sampeyan literaturnya pake apa aja?
    saya pusing dengan pelajaran ini. blum bisa fokus ke banyak sekali materi yang harus dipelajari dalam waktu singkat.
    matur sembah nuwun

  4. May 19, 2008 at 3:47 pm | #4

    # suro
    Gujarati dan manual eviews. nulis tentang apa pak?

  5. Suro
    May 19, 2008 at 11:40 pm | #5

    blm bikin tulisan pak, cuma pelajaran teori estimasi biasa, trus nanti hubungannya ke Analog Digital System dan Pemrosesan Signal. sementara masih teori aja sih pak blm sampe ngitung. duh teorinya aja udah bikin puyeng apalagi nanti kena suruh bikin simulasinya. duuuh…
    literaturnya cuma satu itu aja ya pak?
    Thx..

  6. May 21, 2008 at 9:37 am | #6

    Gak pake AI aja? neural network, fuzzy logic dll?

  7. viskolski
    June 30, 2008 at 12:28 pm | #7

    wah,,,komunitas AR-I-MA neh..
    saya join donk,,,skripsi saya juga menggunakan metode time series ini…saya forecast indikator2 MDGs (millennium Development Goals)-nya PBB..sumber literatur saya kebnnyakan membahas inflasi&GDP jadi saya kyknya butuh bantuan bapak neh…

    di beberapa skripsi saya baca ternyata metode ini sering overestimate dibandingkan dengan metode lain (mis:VAR)..saya mau tanya apa memang selalu seperti itu atau gima??ad penjelasan ilmiahnya gak ya??
    makasiy..

  8. Anang
    August 11, 2008 at 6:37 am | #8

    Wah mas, numpang sharing ilmu ya.
    sekedar koreksi, setau sy difference berbeda dengan diferensiasi. difference itu pembedaan dan diferensiasi itu bener mas bilang, turunan. nah yang dipakai di ARIMA itu difference bukan diferensiasi. Coba liat pake software MINITAB. kebetulan sy lg utak atik ARIMA dan Wavelet

    sy tunggu respons dr mas ya. Nuwun :-)

  9. August 11, 2008 at 9:16 pm | #9

    Terima kasih koreksinya mas anang, betul difference itu pembedaan bukan diferensiasi. kalau diferensiasi lawannya integral. tapi penjelasannya sudah benar kan mas? itu jaman pertama belajar arima dan tidak pernah saya cek lagi dan mungkin tidak akan saya update biar baca komen saja ya:D

    Bukan masalah softwarenya kok, itu cuma masalah salah pengindonesiaan yang saya lakukan, ya jaman itu masih bingung gitu:D

  10. vanita
    August 15, 2008 at 9:58 am | #10

    Pak, saya mau tanya untuk membedakan data yang tdk stasioner dlm varians bgmn?bisa beri gambaran model grafikny?
    apakah unt parameter p,kita lihat dari ACF?Klo pada ACF lag yang keluar selang kepercayaan lebih dari 5 bgmn?
    Terima kasih

  11. memel
    August 15, 2008 at 1:01 pm | #11

    Asw..pak..saya mau ujian kompre nich..
    kebetulan skripsinya pake arima juga..
    pak,saya bingung gimana cara manual untuk mengerjakan arima tu..saya pake data harian IHSG, nah dah dapat model arima(3,1,2) pake konstanta yang terbaik..cara manual dapat model arima kya gitu gmn pak?
    apa bedanya yg pake konstanta dan yg nggak??
    makasi sebelumnya pak..

  12. August 20, 2008 at 1:24 pm | #12

    @vanita
    aku lupa detailnya, kalau stasioner itu seperti grafik sinyal varians nya gak terlalu banyak kalau tidak salah jumlah rata-ratanya akan mendekati nol. kalau non stasioner yang variansnya banyak dan cenderung naik/turun seperti harga saham.

    p itu dari ACF, q dari PACF. silahkan lihat di buku ekonometri lagi. saya sering ketuker antara dua itu. diatas lima kalau memang hasil prediksinya (in maupun out sample) errornya kecil ndak masalah. di skripsi saya dapat 24,1,11

  13. August 20, 2008 at 1:27 pm | #13

    @ memel
    wa’alaikumsalam
    maksudnya manual bagaimana? kalau manual benar-benar manual membuat aplikasi sendiri saya juga belum paham, karena waktu nulis skripsi saya pake Eviews. jadi ya tinggal pilih dan mengartikan.

    Data return IHSG kan? dapat p=3 dan q=2 dari mana? maksudnya pake konstanta itu gimana ya? saya malah ikut bingung sendiri:D

  14. August 20, 2008 at 1:34 pm | #14
  15. vanita
    August 22, 2008 at 3:35 pm | #15

    Selamat sore,pak.
    untuk parameter p,d,q pada ARIMA adakah nilai maksimumnya?sofware apakah yang mampu mengestimasi dengan parameter maksimum?
    bagaimana dengan cara melakukan peramalan jika ada intervensi yg ditandai dgn adanya lonjakan signifikan pada grafik time seriesnya?
    Bagaimana juga cara mendapatkan sofware SAS?
    diantara Minitab dan SPSS, manakan yg bapak sarankan utk digunakan dlm analysis time series?
    Terima Kasih

  16. segaf
    September 12, 2008 at 10:41 pm | #16

    wah.. ada komunitas ada komunitas ARIMA nie…
    Aq mau tanya Penjelasan tentang Lag Pada ARIMA Tolong D JWB cpty y,… CZ buat tugas Praktikum PTI niehhh… Thank b4 Aq tunggu jawabannya

  17. September 15, 2008 at 11:00 am | #17

    @segaf
    Jadi pertanyaannya apa? lag itu data ke sekian dibelakang t. misal kita bilang lag ke 11 artinya data ke(t-11) dimana t itu biasanya data hari ini atau hari yang akan diestimasi. ada dua lag yang dipake ARIMA, lag untuk AR dan MA, mmmm coba baca di gujarati dia menyederhanakan banyak hal tentang ARIMA, tapi perhitungan detailnya memang gujarati gak ngajari but a good start to learn ARIMA. BTW, PTI itu MK apa ya?

  18. September 15, 2008 at 11:14 am | #18

    @vanita
    >untuk parameter p,d,q pada ARIMA adakah nilai >maksimumnya?
    AFAIK gak, banyak jurnal yang saya baca memang bentuk ARIMA nya sekitar 1 atau 2, jadi misal 1,1,1 ; 2,1,1 dsb. tapi ya itu punya saya 24 dan 11, setelah konsultasi sama dosen pembimbing ok, karena hasil estimasinya errornya sudah kecil, jadi yang jadi patokan error

    >sofware apakah yang mampu mengestimasi dengan >parameter maksimum?
    kayaknya tetap ada unsur manual kalau pake SPSS, EVIEWS dkk. kalau nulis program sendiri mungkin bisa, diiterasi, buat beberapa kombinasi dll untuk mencari model terbaik

    >bagaimana dengan cara melakukan peramalan jika ada >intervensi yg ditandai dgn adanya lonjakan signifikan >pada grafik time seriesnya?
    gak mungkin, ini data price ya? data price kan non stasioner, distasionerkan dulu dengan di difference

    #Bagaimana juga cara mendapatkan sofware SAS?
    Coba cari dilab kampus mungkin mereka punya

    #diantara Minitab dan SPSS, manakan yg bapak sarankan #utk digunakan dlm analysis time series?
    no comment kayaknya sama aja, lebih baik cari yang dosen anda atau orang lab bisa, kenapa? biar kalau bingung bisa tanya ke mereka kalau pake software yang orang disekitar gak ada yang bisa kalau ada masalah agak lama nemu solusinya. coba juga cari tutorial di internet tentang ARIMA dengan minitab atau SPSS

  19. mita
    September 28, 2008 at 11:46 am | #19

    aku lagi pusing skripsi, temaku tentang parametrik nelson-siegel-swenson. aku bingung untuk dapet parameternya tu caranya gimana??
    tenx ya..

  20. October 6, 2008 at 5:00 pm | #20

    AFAIK parameter awal untuk beta itu terserah kita. terus nanti buat program yang melakukan optimasi. ini gw juga baru riset tentang itu. boleh tahu judul skripinya? jurusan matematika ya?

  21. October 6, 2008 at 5:01 pm | #21

    @mita AFAIK parameter awal untuk beta itu terserah kita. terus nanti buat program yang melakukan optimasi. ini gw juga baru riset tentang itu. boleh tahu judul skripinya? jurusan matematika ya?

  22. m panji
    October 20, 2008 at 2:59 pm | #22

    salam kenal :)

  23. isti
    November 7, 2008 at 12:29 pm | #23

    Salam kenal pak.. kebetulan tema skripsiq juga tentang ARIMA.. mau tanya, sebaiknya data apa ya… yang bisa untuk dijadikan model yang baik dalam metode ARIMA? q dah nyoba data inflasi tapi modelnya tidak bagus.. ACF dan PACF nya signifikan ke lag 12 so model yang diperoleh ARIMA(0,1,12).. gman solusinya?? oia yang dimaksud data residualnya bersifat leptokurtic itu apa ya..?Thx

  24. irsa
    November 7, 2008 at 12:35 pm | #24

    Haiii……

  25. sari
    November 7, 2008 at 12:37 pm | #25

    salam kenal…

  26. Izz
    December 1, 2008 at 4:54 pm | #26

    maw nanya, kebetulan nih aq lg ngmbil skripsi. kliatannya pake ARIMA juga,,

    Bole by email aja ya? biar lebih banyak gt nulisnya..

  27. December 1, 2008 at 5:22 pm | #27

    @Izz
    ditulis disini saja yah, biar bisa dibaca temen2 yang lain juga, karena belum tentu juga saya tahu:D

    nulis panjang dikomen juga ndak papa kok;)

  28. izz
    December 2, 2008 at 10:52 pm | #28

    Kan skripsinya, insyaallah berjudul “pengaruh transaksi perdagangan investor asing terhadap market volatility”, nah karena ngambil datanya harian, otomatis time series kan?
    jurnal yg dipake bwt acuan, gak terlalu detil jelasin ttg metode penelitiannya..
    dy cuma nulis AR(10) is used to estimate…
    trus, longer MA process…
    itu di-translate dlm persamaan yg asli mbulet..
    Dosen statistik saya bilang itu ARIMA..

    Kebetulan, saya salah seorang mahasiswa yg dlu klo lagi kuliah statistik ma statistik bisnis, seringnya ga liat slide power point dosen, tapi bw buku dewe,, sayangnya bukunya novel pula..

    Tapi waktu saya tanya k temen2 lain, mereka sepakat emang ga pernah dapet chapter ttg ARIMA di mata kuliah tsb,,

    kira2 rumusnya mbulet bgt dan sayangnya hrs pake equation yg g bisa di-paste ke kolom ini.. :(

    Yg saya pgn tanya,, gmn saya bisa ngolah data IHSG harian ma transaksi oleh investor asing harian, klo keterangannya AR(10) aja tanpa koefisien yg kaya diatas?

    bagusnya pake software apa ya bwt ngolah persamaannya nanti? Kta dosen disuru pake eviews..

    pake OLS cocok g bwt data time series yg pake lag 5?

    mohon bantuannya..

  29. Agung
    December 3, 2008 at 10:55 am | #29

    Pak rumus dasarnya ARIMA gimana ya?
    saya jurusan teknik elektro lagi TA pemodelan curah hujan pake ARIMA, kira-kira gimana?
    mohon bantuannya ya pak, trimakasih banyak

  30. December 5, 2008 at 8:18 am | #30

    # izz
    > Yg saya pgn tanya,, gmn saya bisa ngolah data IHSG harian > ma transaksi oleh investor asing harian, klo keterangannya > AR(10) aja tanpa koefisien yg kaya diatas?
    Data harga IHSG biasanya masih non-stasioner. harus didiference dulu sampe stastioner, difference itu data saat t dikurangi data t-1. kalau belum stasioner tidak bisa digunakan untuk melakukan peramalan. koefisien ARIMA (p,d,q) itu dicari dari data yang kita olah. saya pakai eviews untuk ngolah data series. nanti eviews akan membuatkan grafik (bar chart) ACF dan PACF untuk melihat sampai lag berapa signifikan. maap saya sendiri udah agak lupa. silahkan lihat di skripsi ada di bagian writing

    > bagusnya pake software apa ya bwt ngolah persamaannya > nanti? Kta dosen disuru pake eviews..
    Sebenernya banyak software yang bisa dipake untuk ngolah data dengan metode ARIMA. eviews bisa dipake karena sederhana. spss juga punya fitur mengolah data series termasuk dengan ARIMA, matlab dkk saya rasa juga punya

    > pake OLS cocok g bwt data time series yg pake lag 5?
    AFAIK OLS tidak bisa digunakan untuk melakukan peramalan, OLS cuma melihat pengaruh variabel terhadap variabel. dapet lag 5 nya dari mana?

  31. December 5, 2008 at 8:21 am | #31

    > Pak rumus dasarnya ARIMA gimana ya?
    silahkan lihat di skripsi saya. saya sendiri belum sampai ngutek2 rumus ARIMA, rumus saya makan mentah-mentah jadi belum paham:)

    > saya jurusan teknik elektro lagi TA pemodelan curah hujan
    > pake ARIMA, kira-kira gimana?
    selama datanya series pasti bisa lah. karena anda dari elektro, kenapa nggak coba pakai metode2 AI, Neural network, fuzzy logic kemudian difilter dengan algoritma genetika misalnya? sekedar ide:D

  32. Izz
    December 10, 2008 at 5:32 pm | #32

    Lag 5 dari jurnal yg dipake bwt acuan..
    Keliatannya, persamaan bwt nyari independent variable yg saya cari juga mirip sama penjelasan diatas, yaitu di-stasionerkan, soalnya penghitungannya sampai 10 hari sebelum t..
    OLS juga dari jurnal, si penulis jurnal pake OLS,,
    Memang skripsi saya ingin melihat pengaruh variable trhdp variable, jadi bisa pake OLS?
    terima kasih atas bantuannya..
    nanti klo saya g ngerti lagi, dan kliatannya pasti bingung lagi.. saya tanya disini ya…

  33. December 10, 2008 at 6:14 pm | #33

    @izz
    lag itu tergantung data dan kita tidak bisa meniru lag penelitian yang kita replikasi. dalam penelitian skripsi saya, saya meniru bentuk jaringan syaraf tiruan yang saya gunakan untuk melakukan training terhadap data. kalau cuma mencari lag AR dan MA relatif mudah.

    OLS bisa digunakan untuk melihat pengaruh antar variabel, tapi kita tidak bisa mengambil kesimpulan berdasar nilai2 hasil OLS. misal kalau A naik 10 B naik 50, lalu kalau lima tahun lagi A naik 200 B jadi berapa? setahu saya itu tidak bisa karena beda alat. mungkin jurnal yang anda acu OLS+ARIMA, saya pernah dengar ada, tapi belum pernah baca dan belum ngeh gimana menggabungkan keduanya. tapi yang melakukan prediski ARIMA bukan OLS!

  34. Izz
    December 15, 2008 at 4:53 pm | #34

    Jd klo lag g bisa ditiru? saya baru dapet buku eviews tp masih di fotocopy jd blm baca2 bgt,, cuma disitu yg kebaca, antara AR dan ARIMA itu g sama, bener g?
    Di jurnal nggak dijelasin ttg ARIMA, cuma AR(10) gt aja..
    apa itu benar ARIMA ya?

    Antara AR dan VAR, mana yg lebih mudah?

    Maaf ya, tanya2 trus.. bingung..

  35. Izz
    December 15, 2008 at 5:04 pm | #35

    barusan baca komen2 diatas, jd lebih ngeh..

    lag itu diperoleh waktu qt lagi ngolah data sampai data tsb signifikan, gt maksudnya?
    jd lag yg dr jurnal g bisa dipake bwt acuan ya?

    yg agak membingungkan, di jurnalnya itu, AR(10) digunakan untuk nyari independent variable, nanti hasilnya dimasukkan lagi dalam persamaan regresi untuk diregresikan ma dependend variable-nya,,
    Apa mgkn saya salah ya dlm intepretasi dan mengartikan jurnal itu?? hehehe…

  36. December 16, 2008 at 10:24 am | #36

    @izz
    > Jd klo lag g bisa ditiru?
    Ya, setahu saya Lag gak bisa ditiru, kita kan pengen melihat perilaku data kita. objek datanya beda kan?

    > antara AR dan ARIMA itu g sama, bener g?
    Ya, AR cuma AutoRegressive, MA melihat moving average nya, ARMA penggabungan keduanya, ARIMA, ditambah nilai integrasi (difference) kalau datanya non-stasioner

    > Di jurnal nggak dijelasin ttg ARIMA, cuma AR(10) gt aja..
    > apa itu benar ARIMA ya?
    itu AR kelihatannya, kalau ARIMA akan ditulis ARIMA(10,1,11) misalnya

    > Antara AR dan VAR, mana yg lebih mudah?
    saya belum belajar VAR, tapi penggunaannya kelihatannya beda. ada yang mau komen tentang VAR?

  37. izz
    January 5, 2009 at 5:17 pm | #37

    Mas, nanya lagi.
    Klo dr qt g bisa meniru lag, gmn cara menentukan lag yg sesuai? Tahun penelitianQ cuma 2thn.
    IHSG kan blm stasioner, tapi klo data IHsG td di Logaritma natural, apa masih harus di stasionerkan juga?

    Persamaan regresi yg q pke g hanya ada lag dr dependent variable.nya sbg var bebas, juga pake dummy and variable bebas yg lain, klo kaya gt tetep disebut autoregresi ya?

  38. January 5, 2009 at 5:35 pm | #38

    @ izz
    sudah baca gujarati? disana lengkap kok. sama baca manual eviews. 2 tahun per bulan? waktu itu saya pakai harian 10 tahun

    bentuk ln seharusnya sudah stasioner. coba di difference

    kalau ada dependen independen keliatannya gak autoregresi deh. autoregresi setahu saya variable independennya itu nilai sebelum dari nilai variabel dependen. CMIIW

  39. Izz
    January 11, 2009 at 2:56 pm | #39

    nanya lagi mas..

    Klo misal ditulis persamaannya krg lebih :
    Yt(Market volatility) = a + B1 (Lag Market Volatility dinotasikan Yt-p ) + B2 (Dummy) + B3 Xt (Transaksi saham) + e

    Lag-nya blom nemu coz masih bingung pke software apa yg bagus bwt analisis..

    apa itu bukan autoregresi? regresi biasa ya?

    Mas, untuk uji asumsi klasik, pas baca gujarati, uji autokorelasi menggunakan DW ga bisa dilakukan jika terdapat lag, jadi yg bener pke apa? lagrange multiplier ato durbin-h?

    Kira2 pke SPSS bisa ga dengan uji autokorelasi + bentuk persamaan ky gt??

    Makasi..

  40. Lisa
    March 30, 2009 at 9:04 am | #40

    allow… mau nanya2 nih. boleh ya.
    tgs akhir ku pake metode arima. aku cukup mengerti mengenai arima basic nya. aku dapat persamaan arima Zt=1,543Zt-1 – 0,543 Zt-2 + 0,125 at-1
    yang gw bingung adalah untuk prediksi nya gmana y?? kalo validasi aku bisa. karena validasi kan ada data aslinya shg nilai Zt-1 dan at (galat) nya bisa diketahui. Nah kalo untuk prediksi 1 hari ke depan aku bisa, tapi buat prediksi 3 hari atau lebih ke depan gmna y? kan nilai Zt-1 nya kita belum tau krn data aslinya belum ada, galatnya jg kita gak tau kan. itu gmna y??

    kalo langsung forecast pake minitab atau SPSS, hasilnya aneh.
    Maaf ya, agak bnyak nulisnya.
    tapi ini penting banget, tolong masukan dan solusinya ya..

  41. April 17, 2009 at 9:38 pm | #41

    @ Izz
    >Lag-nya blom nemu coz masih bingung pke software apa >yg bagus bwt analisis..
    eviews yang gampang

    > apa itu bukan autoregresi? regresi biasa ya?
    kayaknya regresi biasa

    >Mas, untuk uji asumsi klasik, pas baca gujarati, uji >autokorelasi menggunakan DW ga bisa dilakukan jika >terdapat lag, jadi yg bener pke apa? lagrange multiplier >ato durbin-h?
    waktu nggarap ARIMA aku gak pake asumsi klasik. lupa kenapa alasannya. cuma dibuat stasioner supaya mendekati distribusi normal

    >Kira2 pke SPSS bisa ga dengan uji autokorelasi + bentuk >persamaan ky gt??
    gak tau. mungkin bisa. eviews juga mungkin bisa

  42. wida
    May 13, 2009 at 7:17 pm | #42

    hualow,,mas mo nanya nich,,
    aq jg make arima buat skripsi,,aq pake arima buat ngitung expected return,,dn software yg aq pake eviews..
    tp setelah dapet expected return dn udh ngitung abnormal return,,aq agak bingung untuk signifikasinya,,aq pake uji t,,tp klo pake eviews agak ribet klo cuma uji t ajah,,jd pake spss..
    menurut mas gmn,,klo aq pake eviews + spss untuk ngitung analisis abnormal return??
    thanks ya mas..

  43. May 13, 2009 at 7:45 pm | #43

    @ Wida : seharusnya nggak masalah mau pakai software apa. ini event study kah? apa harus sampai pakai ARIMA ya untuk ngitung expected return nya? atau mungkin ada pertimbangan lain>

  44. sakura
    June 2, 2009 at 11:49 pm | #44

    permisi..
    berhubung kayanya lagi pada bahas arima..
    boleh ikutan nimbrung ga?
    ko saya dapet ordonya pe ordo 33..
    tapi kebanyakan arima itu max cuma pe ordo 2..
    jadi bingung neh..
    kasih masukan dunk..
    pa salah model?.
    ga ngerti neh..
    tolong ya!!plisssss..
    thx b4..

  45. sakura
    June 3, 2009 at 12:01 am | #45

    oiy masih ada yg ketinggalan..
    gmn c cara nentuin lag ?
    saya kan mw ngitung ttg komoditi pke eviews..
    nah.. selain Ar sma Ma ada variabel yg lain ga?
    mup ya kebanyakan nanya..

  46. June 3, 2009 at 3:04 am | #46

    @ Sakura : coba di pake untuk prediksi dulu, kalau errornya kecil berarti gak masalah mau lag berapapun. selain AR dan MA gak ada variabel lain, derajat Integrasinya yang menunjukkan stationeritas data. Lha lag 33 diatas dapet dari mana? saya pakai gujarati (2003) untuk referensi. tapi buku itu gak menyentuh detail matematis.

  47. sakura
    June 9, 2009 at 3:52 pm | #47

    saya liat dari correlogramnya..
    saya liat correlogramnya signifikan jd sy pilih itu..
    masih ada yang laen sih yag signifikan,,
    lag2,6,7,33..
    nah diliat dari hasil yang paling bagus y lag33..
    itu ga masalah kan pak???
    trus nanti ngaruh ga pas masukin rumus matematiknya..???
    makasih pak..

  48. June 9, 2009 at 5:42 pm | #48

    biasanya pertama kali run data kan dapet beberapa lag signifikan terus dirun lagi akan keliatan yang paling signifikan yang mana. meskipun lag besar (33) seharusnya tidak masalah, coba di pakai untuk prediksi dan dibandingkan dengan nilai aktual kalau errornya sudah kecil berarti OK

  49. sakura
    June 9, 2009 at 7:05 pm | #49

    maf gmn caranya???
    soalnya ga ngerti??
    prediksi pake grafik actual fitted????
    truz klo mis model yang bagus udah ketemu,
    langkah terakhir kan kita forecast
    itu caranya gmn???
    mohon bantuannya ya pak…

  50. June 18, 2009 at 4:22 am | #50

    cara forecast : setelah dapat persamaan ARIMA nya, saya masukkan ke excel kan variabel nya sudah ada yaitu lag(s). dari situ nanti dicari Mean Squared Error (MSE) nya atau Root MSE (RMSE) yang membandingkan angka hasil (prediksi) model kita dengan aktual

    kalau nilai MSE atau RMSE ini sudah kecil artinya model sudah ok.

    data saya bagi jadi dua. seingat saya 80% untuk modelling 20% untuk testing. kita melakukan prediksi terhadap data pada periode modelling dan testing. dan melihat nilai MSE dan RMSE untuk kedua periode tersebut

  51. alex
    July 16, 2009 at 11:27 pm | #51

    mw tanya gmn caranya dapetin program eview nya??

  52. July 17, 2009 at 6:48 am | #52

    @ Alex : Silahkan tanya teman atau dosen disekitar, eviews terakhir versi 6, saya pakai versi 4. kalau cuma untuk prediksi pakai eviews 4 juga gak masalah

  53. Harsya
    October 7, 2009 at 6:11 pm | #53

    Mohon bantuan buat skripsi nih, ada yang bisa pake program SAS gak buat ARIMA? Saya bingung sumpah gak ngerti itu perintahnya. Mohon bantuan detail untuk ARIMA Box-Jenkins dengan program SAS, terutama bagian penaksiran parameter dgn Maximum Likelyhood (MLE). Terima kasih

  54. October 7, 2009 at 6:16 pm | #54

    @Harsya : Saya belum pernah pake SAS tapi keliatannya SAS asik. apakah harus pake SAS? gak pengen coba pake eviews atau SPSS misalnya?

  55. Harsya
    October 7, 2009 at 7:45 pm | #55

    eview & SPSS belum ada fasilitas untuk MLE cuma ada OLS (Ordinary Least Square) yg hasilnya kurang akurat, di SAS udah ada MLE, di Minitab ada MLE tapi cuma bisa dicari sampai lag ke-5 aja & sangat terbatas fitur untuk pengujiannya.

  1. No trackbacks yet.