Bagaimana Mengajarkan Usabilitas ?


Fuhhh, nggak tahan juga gw untuk nggak nulis, gw lupa terakhir kapan gw nulis tapi mungkin udah satu bulan yang lalu. Ya, kali ini bukan malas alasan utamanya tapi karena blogger dan blogspot, yang menjadi host blog utama gw diblok oleh administrator jaringan di kampus gw. 

Ya ya ya, sebenernya blog ini bukan untuk menuliskan hal-hal seperti ini sebelumnya, karena blog ini dan Ngoprek Sampai Mati rencananya bakal gw pake untuk nulis tips atau artikel dan sebangsanya yang tentunya paling banyak berkait dengan komputer tapi karena blogspot sampe detik ini belum dibuka (blogger nya udah) ya udah untuk sementara, sampai waktu yang belum ditentukan gw bakal posting disini. 

Susah ya mengajarkan sesuatu ke orang lain kalau sudut pandang kita beda, bagaimana kita memandang sesuatu yang sama tapi dari sudut, asumsi, dan pemikiran yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda. 

Sekarang udah akhir april dan hampir mei, gw lupa persisnya kapan, tapi seinget gw hampir setahun lalu lab dikasi proxy sendiri, seinget gw lagi katanya untuk mempermudah pengaturan, diatas proxy ada mikrotik(gw gak tau persis, tapi setau gw produk mikrotik banyak termasuk router, tapi yang dipake admin gw bandwidth splitter). Awalnya semua berjalan dengan baik dan mulus, koneksi cepat dan sebagainya, but things become worse, koneksi ke aplikasi akademik lokal lambat, koneksi internet lambat dengan load yang masih normal(maksudnya kalau lab UPK 1 yang ngasi pelayanan internet ke temen-temen mahasiswa bukan, ampun dah koneksinya, pelaaaaaaaaannnnnnn banget. 

Satu dua kali admin jaringan fakultas naik ke lab, ceritanya ngutak-atik konfigurasi dan lain sebagainya, ya itu juga karena gw yang protes terus ke dia, tapi nggak ada perubahan. Dan dia ngrasa nggak ada yang salah dikonfigurasinya, dia curiga kabelnya yang bermasalah, Ok. Pada suatu hari akhirnya gw sama temen-temen narik kabel lagi dari ruangdata ke lab. O, iya sedikit cerita, dulu, pertama kali gw gabung ke lab koneksi internet kita ngambil dari perpustakaan referensi yang ada dilantai tiga, maksudnya lab nebeng kabelnya perpus, sebenernya nggak ada masalah tapi ketika gw dan temen-temen mulai pulang malem, kita sering tiba-tiba kehilangan koneksi karena switch di perpustakaan dimatiin pas lab nya tutup, sebelum lab buka sampe jam 8 malem, kita narik kabel dari ruangdata untuk pertama kalinya. Jadi narik kabel ini untuk kedua kalinya. Tapi, ternyata nggak ada perubahan yang berarti, koneksi tetep lambat. 

Terus apa hubungannya sama usabilitas? Ok, sebelum anda salah mengartikan usabilitas disini, mungkin kalau anda designer web, usabilitas artinya keterbacaan dan kemudahan dan standardisasi tampilan situs agar bisa tampil sama dibrowser apapun, bahkan didevice apapun. Tapi usabilitas yang gw maksud disini bukan itu, usabilitas disini gw pake untuk mengartikan kebergunaan sebuah alat, fasilitas atau apapun juga, mungkin bisa pake kata utilitas, tapi gw ngrasa utilitas terlalu……mmmmm apa ya,mungkin terlalu umum, sedangkan usabilitas lebih bisa menggambarkan, tentunya ini menurut gw. Mungkin ada ide tentang kata-kata yang lebih baik yang bisa gw pake??? 

Kembali cerita (biar asumsi anda benar dalam membaca cerita ini, nggak sepotong-sepotong). Dikampus gw ada sebuah ruang data yang menangani aplikasi akademik dan jaringan dikampus (minus lab tentunya, karena jaringan lab dikelola temen-temen di lab) dan koneksi internet, baik untuk server aplikasi maupun koneksi internet keluar untuk seluruh sivitas akademik di lingkungan fakultas ekonomi UNDIP. Didalam ruang data Cuma ada seorang admin yang menangani itu semua, tapi yang ngedevelop aplikasi akademik dan nginstall server web, mail dan lain sebagainya AFAIK bukan beliau tapi konsultan yang disewa fakultas, dan setahu gw banyak hal yang menurut gw bisa dan seharusnya dilakukan oleh seorang administrator jaringan tapi harus dilakukan oleh konsultan. Aneh memang tapi nyata bo…….. 

Keamanan dan usabilitas sering kali merupakan dua hal yang bertentangan, dan keduanya harus dijalankan secara simultan dan berada pada suatu titik dimana keduanya dipertimbangkan dan diberi porsi yang seimbang. Gw menekankan kata seimbang artinya adil dan adil bukan berarti ditengah alias fifty-fifty tapi pada titik yang pas.  Gw tahu, meskipun gw belum pernah jadi administrator, tapi keamanan server dan jaringan merupakan titik perhatian utama bagi seorang administrator, tapi bukankah usabilitas dan kepuasan user yang menggunakan server dan jaringannya juga dan bahkan jauh lebih penting, membiarkan jaringan terbuka dan tanpa pengaman adalah hal bodoh, tapi menutup terlalu rapat jauh lebih bodoh lagi, apalagi ini menyangkut koneksi internet yang ada disebuah kampus. 

Koneksi internet dikampus gw dilewatkan sebuah proxy (squid) diatas mesin linux. Selain ada proxy karena satu dan lain hal(tepatnya gw nggak tau, silakan tanya ke adminnya secara langsung, daripada gw salah tulis) ada Content Filter pake DansGuardian. 

Konyolnya Admin dan konsultan difakultas gw itu menerapkan konsep sekuriti dengan aneh, ya gw mau bilang menerapkan dengan bodoh nggak tega dan gw rasa nggak pantas karena mereka adalah pakar-pakar dibidangnya(inget pakar jd inget Om Roy). Anda mungkin sudah tau bahwa squid memiliki fasilitas ACL alias Access Control List yang bisa mengatur banyak hal, mulai siapa yang boleh menggunakan proxy, waktu akses proxy dan tentunya apa yang boleh dan tidak boleh diakses lewat proxy. Tentunya situs yang seharusnya dimasukkan ke situ adalah situs-situs yang berbau pornografi atau yang dikhawatirkan akan merusak mahasiswa atau sivitas akademik lain dilingkungan kampus. Tapi….. tau nggak sih yang dimasukkan sama admin gw dilist tersebut (ini Cuma beberapa diantaranya) :

  • Blogger.com
  • Wikipedia.org
  • Wired.com
  • Macromedia.com
  • Microsoft.com
  • Geocities.com
  • Tripod.com
  • Typepad.com

Dan masih buanyak lagi entri konyol lainnya. Entahlah alasannya apa yang jelas kalau mereka ketemu alasannya kami-kami ini ”belum nyampe ilmunya” dan ”keamanan”. Padahal menurut pemahaman gw seorang pakar yang benar-benar pakar bisa menerangkan sesuatu yang sulit kepada orang awam sekalipun, dan bisa menerangkan hal-hal yang menyangkut keamanan dengan cara yang cerdas tanpa harus membuka sesuatu yang dianggap rahasia tersebut.

Entahlah…… gw nggak tahu seberapa sakti beliau-beliau itu sehingga nggak mau berbagi dengan kami-kami ini yang masih nubie. Gw jadi inget Harry Potter, kami ini seolah seperti muggle yang bisa diperlakukan seenaknya oleh penyihir-penyihir berdara murni. Just Think About it admin!

2 thoughts on “Bagaimana Mengajarkan Usabilitas ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s