Bener-bener asing


Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan panjang akhirnya pagi tadi gw berhasil nginstall FreeBSD 6.1 di Clarisa. sekedar info bahwa Clarisa melayani update antivirus, sharing aplikasi dan lain sebagainya untuk pengguna lab, sebenernya belum diannounce ke user karena masih dalam tahap pengembangan, downloader update antivirusnya udah jalan beberapa pekan, aplikasinya juga udah lumayan banyak, meskipun belum terklasifikasi dengan baik.

Berawal dari jum’at lalu pas gw lagi ngebersihin floppy di komputer lab 3 yang mau dipake mahasiswa aplikom untuk ngumpulin jawaban ujian, gw iseng mau mapping drive clarisa, tapi direfuse, gw ke server lab 3, sama aja, tapi pas gw ping masih bisa. fuhhhh……., akhirnya jalan ke kantor ternyata komputernya nge-hang, gw restart mau tapi sistemnya error, boot aja nggak mau, waktu itu gw udah khawatir kalau2 harddisknya yang rusak total, tapi alhamdulillah ternyata enggak. booting pake CD 1 CentOS 4 data yang ada bisa gw kopi ke harddisk yang lainnya.

Dulunya clarisa jalan pake Fedora Core 3, dan jalan stabil untuk sekian lama, mungkin karena beberapa kali mengalami kejutan listrik(mati lampu mendadak) dan UPS yang ada nggak kuat menahan beban(mati secara paksa) akhirnya sistemya yang kena. tapi dari situ gw kepikiran untuk masang FreeBSD di clarisa, ya sekalian nginstall kenapa enggak gitu maksudnya. dipake eksperimen tapi nggak sekedar mainan. baca sedikit dari handbook FreeBSD masih nggak mudheng2, sempat mau give up, mau nginstall CentOS aja di Clarisa, tapi akhirnya tadi pagi nekat dan Alhamdulillah bisa boot. tapi…..

ya itu seperti yang gw tulis dijudul, gw bener-bener merasa asing di sistem operasi yang masih sepupu sama Linux ini. Ok, memang 4 tahun lebih gw kenal linux, sekitar 2 tahun terakhir yang cukup intensif, tapi secara umum kan sama, tapi gw bener-bener bingung waktu mau melakukan perkerjaan sehari-hari di FreeBSD, hal sepele kayak gimana nyalain/matiin network, gimana nyalain/matiin service macam Web Server, samba, dll. dan hal-hal sederhana lainnya, mana bashnya diset minimalis banget, bash completion nya nggak senikmat di Fedora. Dan mungkin masih banyak lagi.

sempat kepikiran untuk menimpa FreeBSD itu dengan CentOS atau ubuntu-server. tapi…… gak jadi ah, toh ini kesempatan untuk belajar, ga peduli meskipun progressnya pelan dan nggak signifikan dan mungkin harus berdarah-darah yang penting gw harus belajar FreeBSD biar bisa FreeBSD(dan tentunya rencana kedepan belajar anggota keluarga BSD lainnya macam NetBSD dan OpenBSD). Pusing….. tapi bukankah itu risiko..?????????????????

One thought on “Bener-bener asing

  1. Mending belajar OpenBSD aja dulu. Ato sekalian aja belajar open doank🙂
    Lebih asyik, lebih simple, dan yg pasti lebih secure.

    Cobain deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s