Males ya males


Kalau yang namanya males ya males, gak peduli apa yang ada didepan kita, kita tetep aja males. Ketika alat yang digunakan belum mendukung untuk belajar kita menyalahkan alat, ketika alat sudah ada toh tetap saja kita belum produktif belajar, menulis dan lain sebagainya.

Jadi intinya tergantung gimana kita memanfaatkan apa yang ada didepan kita, waktu yang kita miliki, kesehatan, tenaga, pikiran dan masih banyak lagi yang merupakan karunia tak ternilai dari NYA. Memang kadang kita harus memaksakan beberapa hal terhadap diri kita sendiri, kalau gak agak repot, semuanya dimulai dari kebiasaan, kalau kita terbiasa capek dikit terus gak mau belajar ya udah, bunuh diri aja, memang istirahat perlu, tapi secukupnya bukan berlebihan, ya gak sih?

Ada masukan?

( Sedang memarahi diri sendiri yang malas – Kudus, pada sebuah pagi )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s