Bekerja Bebas


Apa sih pekerjaan yang ingin kita dapatkan nantinya sewaktu kita masih SD? mungkin bukan pekerjaan kata-kata yang dikenalkan waktu itu, orang tua dan guru kita menggunakan kata cita-cita untuk memacu semangat belajar kita. Apa cita-citamu ketika dewasa nanti? ya, jawaban kita setiap hari pasti berubah, hari ini kita ingin menjadi tukang insinyur seperti bang doel atau pak habibi, besok ketika kita batuk pilek dan ibu bapak membawa kita ke dokter, kita ingin menjadi dokter, sepekan kemudian gigi kita berlubang dan kita dibawa ke dokter gigi, melihat ramahnya dokter gigi itu kita ingin menjadi dokter gigi. Ketika kita menonton pertandingan bola, bulu tangkis, basket atau tenis,kita ingin menjadi atlet profesional. Lalu apa cita-cita kita sekarang? atau apa pekerjaan kita sekarang?

Apapun, kita hanya bisa berusaha dan berdoa, hasil akhir tetap ALLAH Swt yang menentukan. Jaman SMP dulu ketika gw baru seneng sama F1, sempet kepikiran untuk ambil kuliah jurusan teknik mesin karena gambaran anak kecil kuliah menentukan pekerjaan. Keinginan ambil teknik mesin gak lama dan kembali lagi ke informatika, dan dua kali mencoba Alhamdulillah selalu lolos, meskipun (selalu) di pilihan ketiga. Gw yakin itu juga yang dirasakan oleh banyak mahasiswa/i dalam model yang sama atau beda, gak lolos ke jurusan yang menjadi pilihan pertama waktu UMPTN, SPMB, SNMPTN dkk, masuk ke jurusan tertentu karena di “paksa” oleh orang tua, kakak, atau saudara lainnya, atau justru masuk pada pilihan pertama tetapi merasa salah jurusan.Kalau ketika kita SD kalimat yang diucapkan orang tua adalah “Belajar yang rajin biar bisa jadi dokter/insinyur!”, ketika sudah mulai SMA apalagi kuliah kalimat itu berubah menjadi “Belajar yang rajin, biar IPK bagus, dapet pekerjaan yang mapan”. terlebih jika anda berada di lingkungan karyawan, entah bapak atau ibu anda PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta dsb, dan bukan pengusaha. Mungkin, kalaupun orang tua anda pengusaha kalimat yang diucapkan akan tetap sama bahwa setelah lulus carilah pekerjaan yang bisa memberikan jaminan hidup sampai tua, bahkan untuk banyak orang menjadi PNS adalah cita-cita utama. No Offense, tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, adanya uang pensiun merupakan alasan yang sangat logis untuk memilih menjadi PNS.

Bagaimana dengan menjadi pengusaha? atau minimal menjadi pekerja bebas atau freelancer. Ok, kita akan kesampingkan dulu opsi untuk menjadi pengusaha (mungkin akan gw tulis di posting lain) bagaimana jika kita menjadi freelancer? Tanpa Kantor, Tanpa Jam Kerja, satu hal yang diminta hanya pekerjaan yang diberikan ke kita dapat diselesaikan dengan baik tepat waktu. Tanpa kantor bukan berarti tanpa tempat, kita tetap butuh tempat untuk bekerja meskipun dirumah atau bahkan dikamar kost, kita tetap harus mengeluarkan biaya untuk komunikasi, via telpon maupun internet. Jam Kerja yang ada pun tidak selalu kurang dari 8 jam yang merupakan jam kerja umum orang yang bekerja di institusi pemerintah maupun swasta, seringkali freelancer seolah-olah bekerja nyaris 24 jam sehari ketika Deadline sudah didepan mata. Menjadi freelancer tetap akan membuat anda memiliki kebebasan yang lebih dibanding menjadi pekerja, bebas bukan berarti tanpa batas, kewajiban yang harus anda lakukan terhadap klien bagaimanapun juga adalah hal yang utama.

Bagaimana dengan pendapatan? besar kecil pendapatan relatif terhadap siapa yang menerima. Kepastian bahwa setiap akhir bulan atau awal bulan akan ada aliran uang yang masuk ke rekening kita juga merupakan salah satu alasan orang lebih memilih untuk bekerja di sebuah institusi alih-alih bekerja bebas. Menjadi freelancer berarti harus bisa mengatur bagaimana pendapatan yang kita peroleh bisa dialokasikan dengan baik, tidak boros ketika aliran kas masuk lancar yang merupakan langkah persiapan ketika aliran kas tersendat, alokasi dana untuk hal yang tak terduga, dana kesehatan, investasi juga pos-pos yang harus diperhatikan.

Lalu? manakah yang lebih baik? atau manakah yang harus dipilih? No Idea karena gw sendiri masih membuka pintu untuk alternatif yang ada, bekerja, menjadi pekerja bebas, atau (semoga) menjadi pengusaha. Bagaimana dengan anda?

Image Courtesy Of PhotoXpress

4 thoughts on “Bekerja Bebas

  1. Keperjakaan bebas tes CPNS ku yang dipertahankan sejak april 2008 hilang de. kemarin ikut tes BPK. Idealisme tetap ada dan dipertahankan hanya sedikit mengalah mengenai jalan yang harus ditempuhūüėÄ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s