Rangkuman Berita Linuxbox.web.id 12 – 18 Maret 2012


Rangkuman tulisan di Linuxbox.web.id :

Advertisements

Rangkuman LinuxBox.Web.id – 13 – 19 Februari 2012


Rangkuman berita seputar Linux, Open Source dan Free Software di Linuxbox.web.id, Selamat menikmati :

Linuxbox.web.id – Rangkuman Berita Linux & Open Source – 23 Januari – 27 Januari 2012


Hai, seharusnya kemarin atau hari ini saya sudah menerbitkan Mingguan Open Source tetapi seperti biasa tertunda lagi, semoga nanti malam bisa saya terbitkan. sementara berikut rangkuman berita Linux dan Open Source

Sardar


Boss: Where were you born?
Sardar: India ..
Boss: which part?
Sardar: What ‘which part’? Whole body was born in India .

2 sardar were fixing a bomb in a car.
Sardar 1: What would you do if the bomb
explodes while fixing.
Sardar 2: Dont worry, I have one more.

Sardar: What is the name of your car?
Lady: I forgot the name, but is starts with ‘T’.
Sardar: Oh, what a strange car, starts with Tea. All cars that I know start with petrol.

Sardar joined new job. 1st day he worked till late evening on the computer. Boss was happy and asked what you did till evening.
Sardar: Keyboard alphabets were not in order, so I made it alright.

Museum Administrator: That’s a 500-year-old statue u’ve broken.
Sardar: Thanks God! I thought it was a new one.

At the scene of an accident a man was crying: O God! I have lost my hand, oh!
Sardar: Control yourself. Don’t cry. See that man. He has lost his head. Is he crying?

Sardar: U cheated me.
Shopkeeper: No, I sold a good radio to u.
Sardar: Radio label shows Made in Japan but radio says this is ‘All India Radio! ‘

NOW THE LAST TWO ULTIMATE:
In an interview, Interviewer: How does an electric motor run?
Sardar: Dhhuuuurrrrrrrrrr. …..
Inteviewer shouts: Stop it.
Sardar: Dhhuurrrr dhup dhup dhup…

– Hide quoted text –
Tourist: Whose skeleton is that?
Sardar: An old king’s skeleton.
Tourist: Who’s that smaller skeleton next to it?
Sardar: That was same king’s skeleton when he was a child.

Three Moon


2189921601_fc10405f07_bGak krasa udah jalan tiga bulan di semarang, ummm kalau dihitung dari 9 april 2009 dimana gw pulang ke Cilacap artinya hari ini genap tiga bulan (dan tiga purnama mungkin?) lewat satu hari, menjalani kehidupan sebagai Freelancer dan merintis jalan menjadi Entrepreneur di Semarang.

Dalam tiga bulan baru dua kali ngajar dan selebihnya lebih banyak habis untuk nulis berita di Kurungsiku – Portal Berita Teknologi No 0, beberapa side portal seperti linux@kurungsiku dan alatanalisis masih belum tersentuh. koordinasi dengan Muntoha juga masih tersendat. Target awal nulis lima berita tiap hari di kurungsiku belum bisa terlaksana dengan baik, masih sering menumpuk di satu dua hari, kadang sepekan hanya bisa update sekali, kadang dua hari sekali, dan titik sehari 5 minimal lima artikel (terutama berita) belum bisa dipenuhi. belum target untuk menulis tutorial dan panduan mengenai internet dan web yang bisa dimuat di kurungsiku.

24 jam sehari seolah habis hanya untuk melihat berbagai berita dan berusaha untuk menuliskan kembali berita tersebut di kurungsiku, yang pasti bukan waktu yang sempit tetapi usaha yang kurang, mulai sekarang memang harus lebih ketat untuk mengatur diri sendiri. Ya, sebagai Freelancer memang tidak akan ada yang menagih laporan ini itu, kalau baru mood, jam 1 pagi bangun, usai laporan dini hari kepada ALLAH, dilanjut nulis sampe subuh, kalaupun ngantuk harus nunggu subuh karena tidur satu jam sebelum subuh dijamin gak kan denger adzan, kalau mata gak bisa diajak negosiasi terpaksa ba’da subuh merem lagi 🙂 bangun tidur melakukan kewajiban harian seperlunya baru mulai nulis-nulis lagi

Buku, belum ada satu bab pun yang terselesaikan, masih mencari sesuatu yang bisa dijadikan tenggat yang bisa dikejar, kebiasaan buruk kalau gak ada tenggat kerjaan gak selesai, hehehe. Insya ALLAH akan mulai nyicil pekan depan. Riset mengenai Distribusi Linux Khusus Server / Firewall baru sampai tahap mengumpulkan distro, riset ini dalam rangka persiapan buat distro baru spesifik untuk server, proyek mainan sama Pak Salman Agus.

Alhamdulillah kemarin akhirnya bisa (dan memaksakan diri) beli Samson Q1U. Sebenernya udah setahun lebih punya Shure SM58. Ya ini mic keren abis, hanya saja karena gak punya pre amp, jadi parah suaranya kalau masuk komputer. fyuhhhh. Mic ini rencananya dijadikan piranti untuk membantu produksi Podcast, Screencast, dan Videocast

View Larger Map

Image Courtesy of Herschel Rubinstein

Rangkuman Tulisan di Kurungsiku – Portal Berita Teknologi No 0 – Juni 2009


Rangkuman Tulisan di Kurungsiku – Portal Berita Teknologi No 0 – Juni 2009

Bekerja Bebas


Apa sih pekerjaan yang ingin kita dapatkan nantinya sewaktu kita masih SD? mungkin bukan pekerjaan kata-kata yang dikenalkan waktu itu, orang tua dan guru kita menggunakan kata cita-cita untuk memacu semangat belajar kita. Apa cita-citamu ketika dewasa nanti? ya, jawaban kita setiap hari pasti berubah, hari ini kita ingin menjadi tukang insinyur seperti bang doel atau pak habibi, besok ketika kita batuk pilek dan ibu bapak membawa kita ke dokter, kita ingin menjadi dokter, sepekan kemudian gigi kita berlubang dan kita dibawa ke dokter gigi, melihat ramahnya dokter gigi itu kita ingin menjadi dokter gigi. Ketika kita menonton pertandingan bola, bulu tangkis, basket atau tenis,kita ingin menjadi atlet profesional. Lalu apa cita-cita kita sekarang? atau apa pekerjaan kita sekarang?

Apapun, kita hanya bisa berusaha dan berdoa, hasil akhir tetap ALLAH Swt yang menentukan. Jaman SMP dulu ketika gw baru seneng sama F1, sempet kepikiran untuk ambil kuliah jurusan teknik mesin karena gambaran anak kecil kuliah menentukan pekerjaan. Keinginan ambil teknik mesin gak lama dan kembali lagi ke informatika, dan dua kali mencoba Alhamdulillah selalu lolos, meskipun (selalu) di pilihan ketiga. Gw yakin itu juga yang dirasakan oleh banyak mahasiswa/i dalam model yang sama atau beda, gak lolos ke jurusan yang menjadi pilihan pertama waktu UMPTN, SPMB, SNMPTN dkk, masuk ke jurusan tertentu karena di “paksa” oleh orang tua, kakak, atau saudara lainnya, atau justru masuk pada pilihan pertama tetapi merasa salah jurusan.Kalau ketika kita SD kalimat yang diucapkan orang tua adalah “Belajar yang rajin biar bisa jadi dokter/insinyur!”, ketika sudah mulai SMA apalagi kuliah kalimat itu berubah menjadi “Belajar yang rajin, biar IPK bagus, dapet pekerjaan yang mapan”. terlebih jika anda berada di lingkungan karyawan, entah bapak atau ibu anda PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta dsb, dan bukan pengusaha. Mungkin, kalaupun orang tua anda pengusaha kalimat yang diucapkan akan tetap sama bahwa setelah lulus carilah pekerjaan yang bisa memberikan jaminan hidup sampai tua, bahkan untuk banyak orang menjadi PNS adalah cita-cita utama. No Offense, tidak ada yang salah dengan menjadi PNS, adanya uang pensiun merupakan alasan yang sangat logis untuk memilih menjadi PNS.

Bagaimana dengan menjadi pengusaha? atau minimal menjadi pekerja bebas atau freelancer. Ok, kita akan kesampingkan dulu opsi untuk menjadi pengusaha (mungkin akan gw tulis di posting lain) bagaimana jika kita menjadi freelancer? Tanpa Kantor, Tanpa Jam Kerja, satu hal yang diminta hanya pekerjaan yang diberikan ke kita dapat diselesaikan dengan baik tepat waktu. Tanpa kantor bukan berarti tanpa tempat, kita tetap butuh tempat untuk bekerja meskipun dirumah atau bahkan dikamar kost, kita tetap harus mengeluarkan biaya untuk komunikasi, via telpon maupun internet. Jam Kerja yang ada pun tidak selalu kurang dari 8 jam yang merupakan jam kerja umum orang yang bekerja di institusi pemerintah maupun swasta, seringkali freelancer seolah-olah bekerja nyaris 24 jam sehari ketika Deadline sudah didepan mata. Menjadi freelancer tetap akan membuat anda memiliki kebebasan yang lebih dibanding menjadi pekerja, bebas bukan berarti tanpa batas, kewajiban yang harus anda lakukan terhadap klien bagaimanapun juga adalah hal yang utama.

Bagaimana dengan pendapatan? besar kecil pendapatan relatif terhadap siapa yang menerima. Kepastian bahwa setiap akhir bulan atau awal bulan akan ada aliran uang yang masuk ke rekening kita juga merupakan salah satu alasan orang lebih memilih untuk bekerja di sebuah institusi alih-alih bekerja bebas. Menjadi freelancer berarti harus bisa mengatur bagaimana pendapatan yang kita peroleh bisa dialokasikan dengan baik, tidak boros ketika aliran kas masuk lancar yang merupakan langkah persiapan ketika aliran kas tersendat, alokasi dana untuk hal yang tak terduga, dana kesehatan, investasi juga pos-pos yang harus diperhatikan.

Lalu? manakah yang lebih baik? atau manakah yang harus dipilih? No Idea karena gw sendiri masih membuka pintu untuk alternatif yang ada, bekerja, menjadi pekerja bebas, atau (semoga) menjadi pengusaha. Bagaimana dengan anda?

Image Courtesy Of PhotoXpress

Letto – Senyumanmu


Indah matamu
Gerai rambutmu
Menunjukkan itulah keindahan

Yang memberikan
Bentuk senyuman
Sebentuk usapan
Kepada hati

*
Sinar wajahmu
Lembut katamu
Sepertinya mampu
Menggubah dunia

Yang terasa
Begitu hampa
Semuanya sirna
Tanpa cinta

Kutemukan
Arti kerinduan
Dan kumengerti
Yang kucari

Reff :
Oh bukanlah
Cantikmu yang kucari
Bukanlah itu
Yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi

Kutahu
Mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu
Tetapi kau tahu
Yang kutunggu hanyalah
senyumanmu

Back to *