Sebelum Ujian atau sidang skripsi


Kali ini Serius, ini bukan detik-detik terakhir dimana anda sudah pake baju putih hitam didepan ruang dimana anda akan ujian, tapi setelah skripsi anda di ACC dan sebelum ujian :

  • Berdoa
  • Pastikan anda menguasai secara penuh skripsi anda, dari A sampai Z, menguasai lho bukan hafal. It’s your thesis not your advisor. Secara keseluruhan skripsi itu memang karya anda, pembimbing anda dan seluruh orang yang ada disekitar anda yang mencintai anda, tetapi apa yang tertulis disitu merupakan tanggungjawab anda.
  • kalau penelitian yang anda lakukan merupakan simplifikasi, dalam artian tidak sampai menyentuh teori, nyatakan itu dengan jelas. dan pastikan anda tahu alasan anda memilih simplifikasi seperti ini dan bagaimana bentuk pengembangan yang bisa dilakukan terhadap riset anda.
  • Kalau anda pakai hipotesis, pastikan hipotesis anda benar, uji yang anda lakukan benar, dan interpretasi hasil uji dilakukan dengan benar juga, jangan sampai melakukan kesalahan fatal dalam membaca hasil uji.
  • bersiaplah untuk ujian komprehensif, kalau daftar dosen penguji sudah keluar, kenali tipikal tiap-tiap dosen. Jujur gw gak 100% lolos di kompre, dan memang sejak awal gw lebih takut sama kompre daripada skripsi. dosen punya tipe masing-masing dalam memberikan ujian kompre, ada yang spesifik pada konsentrasi anda (in case ada konsentrasi kayak di jurusan manajemen tempat saya belajar, saya ambil keuangan) ada yang meluas.

Segitu dulu kali ya. besok kalau ada ide lagi bakal gw posting lagi (wah ada gw dan saya nih:D

Mau Ujian malah hawane males


Weee lha dasar, meh ujian kok malah hawane males ya? kemairn dua hari hampir full dikostan aja, nyuci, nonton tipi dan tidur. ya ya ya, memang sambil baca-baca belajar dikit-dikit, rencananya banyak tapi kebanyakan tidurnya, hehehe

Mungkin siang ini bisa tau besok dosen penguji gw siapa. Ya ALLAH, semoga dosennya yang baik hati, jadi ujiannya gak susah gitu maksudnya. Ini lagi diperpus, tadi cuma bawa beberapa catetean sama jurnal-jurnal eee malah ngantuk, ya udah to ambil talenan, daripada ngantuk kan mending nulis-nulis, meskipun jadi gak jelas nulis apaan. tapi ndak papa yang penting energi yang ada dikeluarkan untuk aktifitas selain tidur (tapi kok masih ngantuk ya?)

BTW, heran email gw ke editor IL kok belum dibales ya, hiks2, tapi gak nyerah, masih ada sekitar lima artikel di folder In Progress. semoga dalam satu dua hari ini bisa selesai, sebenernya tinggal satu dua bagian aja yang kurang. tinggal finishing, tapi ya tetep aja belum selesai. adakah diantara anda yang mau ujian pekan ini?

Akhirnya Daftar Juga


Alhamdulillah, kemarin siang menjelang sore, menjelang TU tutup akhirnya gw berhasil juga daftar ujian. Pagi, cari Bu Rini, dosen wali gw Belum dateng, Cari temen2 2003 untuk tanya no bu Rini gak ada yang ketemu. Konon katanya no Bu Rini sering berubah, makanya gw gak percaya sama buku perak, akhirnya coba-coba, liat ke buku 2004 dan 2007. no nya sama, dan ……. gak nyambung. telp ke rumah kosong. Fuhhhh…..masih ada besok jum’at pikirku

Siang Habis Dzuhuran turun kebawah, ceritanya mau nunggu siapa tau bu rini dateng. ketemu dedi, dia habis ngeprint KRS semester lalu yang udah nge-klik skripsi. karena semester depan dia belum nge-klik dan artinya gw juga harus minta juga. ke ruang data, di print ke sama mas budi. Ngobrol punya ngobrol sama dedi ternyata daftar ujian terakhir kamis bukan jumat. wah blaik, dan pas gw selesai ngecek bahwa daftar ujian terakhir memang kamis pak toto (kajur) lewat sama pak made, mau nyusul gak sempat, pak toto udah masuk mobil dan ujannya dueres banget waktu itu. harap-harap cemas sambil terus berdoa, semoga pak toto makan siang dan nanti balik lagi. satu jam ditunggu akhirnya pak toto dateng. turun dari mobil langsung ke ruang PD IV, mau nyelo (menyela) gak enak, gak sopan rasanya. akhirnya nunggu. pas pak toto keluar, bu Indi (a.k.a PD II) baru markir mobil dan turun dari mobil, alhasil beliau berdua ngobrol dan meneruskan obrolan di Ruang PD II, sabar sabar…. (udah jam 3 kurang 15 an nih). Alhamdulillah gak lama. pak toto keluar dari Dekanat gw kejar dengan lari (mode nde plash on).

Pas minta tanda tangan ternyata gak ditanya macem-macem dan langsung ditanda tangani semua, KRS(dasar gw mahasiswa bejat gak pernah tanda tangan KRS manual), Buku bimbingan, sama tanda daftar ujian. selesai. tapi…..

Ke loket 1, beneran gw udah bingung, was-was (halo selebriti, insert, cek&ricek) gitu jadi bingung, semua gw masukin, sampe foto yang udah gw pisah jadi dua gw masukin semua, bapake sampe bilang “loh mas aku mbok kon milihi ngene” (ya meskipun berbaik hati pake mau ngambil beberapa  foto sesuai syarat – matur nuwun ya pak). rasanya dag dig dug selama pak e liat satu satu syarat yang dibutuhin untuk daftar ujian. kalau kurang kan payah bin gawat. hampir semua lewat sampe….”Loh mas iki kok rak di legalisir?”, whaduh lha ternyata ki sertipikat tupel nya harus dilegalisir, mau gak mau nego sama bapaknya
    “pak besok ya pak saya susulkan”,
    “yo wis, besok ya”,
    “iya pak besok”, jawab gw memastikan.
dan Akhinya daftar juga. Selesai daftar lega rasanya udah daftar, semoga bisa langsung lulus ujian pekan depan, kenapa gw ngejar ujian pekan depan, karena batas terakhir lulus itu tanggal 29 biar SPP bisa diambil. makanya gw berusaha biar pekan depan bisa ujian. Mohon doa dari rekan-rekan sekalian. doakan saya supaya dapat melalui ujian pekan depan dengan baik, mudah, aktual tajam terpercaya (lha emang liputan 6).

Anyway, Kemarin sore ke perpus, ceritanya memulai belajar. yang ada kok malah dag dig dug ya. nervous gitu. ada masukan yang harus dipelajari apa?

Tentang ARIMA


“Preeet…… posting opo to kowe ki???”, yayaya saya tau anda pasti akan komen seperti itu, tapi gak papa, sembari menunggu mood nulis skripsi mengingat apa yang sudah dipelajari tentang ARIMA dan hasil tanya ke bos saya di lab(ya, bos saya dilab adalah pakar ekonometrika, just my luck). ndak papa kalau ndak mau baca, tapi gak usah ribut, ini sekedar untuk catatan pengingat gw sendiri.

ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) terdiri atas dua metode yang digabung menjadi satu yaitu AR(Autoregressive) dan MA(Moving Average). kalau anda ketemu dengan ARIMA biasanya dibelakangnya terdapat keterangan mengenai model yang digunakan misal ARIMA(2,1,2) atau ARIMA(1,0,1) dan sebagainya. Angka pertama menunjukkan derajat (wah bingung mau pake istilah apa, dibukunya studenmund ditulis term, di Thesis anak MAKSI UNDIP dia pake kata orde koefisien) AR angka kedua derajat integrasi, angka ketiga derajat MA. biasanya modelnya ditulis ARIMA (p,d,q) ya p,d,q berturut-turut seperti keterangan sebelumnya.

Ketika kita punya data time series pertama kali dicek stasionaritasnya, kalau datanya non-stasioner bisa didiferensiasi sampe stasioner, jadi bukan cuma didiferensiasi satu kali atau dua kali. “lha kalau sudah stasioner gimana?”, nek udah stasioner ya udah to tinggal diolah, gitu aja kok repot. he he he. terus ngecek stasionernya gimana? anda bisa pake Box-Ljung test atau Dickey-Fuller test(sekarang saya belum belajar ini, nanti kalau udah mudheng saya tulis disini, insya ALLAH). Lha misalnya kita melakukan diferensiasi dua kali angka “2” mengganti huruf “d” pada model ARIMA kita. misalnya : ARIMA (p,2,q), ARIMA (p,1,q) dsb. “p sama q nya gimana???”, sek to sabar, ini kan baru nyari orde koefisien integrasi. kalau anda pakar matematika atau kalau pelajaran matematika gak tidur atau baca buku cerita kayak saya, pasti tau cara melakukan diferensiasi. yang lupa atau pura-pura lupa padahal gak tau ya gak papa. diferensiasi(diferensiasi ini sama dengan turunan kan?) itu selisih nilai pada saat t dengan nilai sebelumnya (t-1). lha diferensiasi kedua gimana ya sama tapi selisih nilai saat t*(t setelah diferensiasi pertama) dengan t-1* (t-1 setelah diferensiasi pertama). sederhananya gini :

Yt*=Y(t)-Y(t-1)

Maaf saya kasih tanda dalam kurung biar jelas bahwa itu adalah t dan t-1

untuk diferensiasi kedua :

Yt** = Y(t)*- Y(t-1)*

Untuk menentukan nilai p dan q kita pake ACF(Autocorrelation Function) dan PACF (Partial AutoCorrelation Function). dari sini nanti kita bisa nggambar correlogram dan dari situ akan kelihatan pada tingkat kepercayaan 95% misalnya sampe data keberapa yang signifikan. Cara ngitung ACF dan PACF nya besok ya belum paham soalnya. nilai ACF akan dipake untuk ngisi bagian q, sementara nilai PACF akan dipake untuk ngisi p. bisa saja data kita signifikan di beberapa titik jadi model yang kita dapat bisa beragam dan dari beberapa model tersebut kita harus cari yang paling bagus untuk dipake melakukan prediksi.

kalau hasilnya nanti misalnya ARIMA (1,0,0) artinya dia cuma AutoRegressive(AR), AR(1). kalau ARIMA (0,0,1) artinya dia cuma Moving Average(MA),MA(1). kalau misalnya ARIMA (1,0,1) berarti dia ARMA(1,1). Ok sekian dulu. saatnya baca-baca dan tulis-tulis yang lain. selamat berakhirpekan.